Sabtu, 05 Juli 2014

Selingkuh dengan kekasihku yang dahulu

MyBrownis, yah.. Itu lah sebutan untuk si hitam manis yang pernah singgah dihidupku, sebut saja namanya Tio.
Singkat cerita. Sebut saja aku ratu , yang mungkin pernah tergila-gila dengan Lelaki satu ini. Cukup mudah bagiku untuk mendekatinya, step by step aku bisa menarik perhatiannya. Aku mulai dengan cari tahu dia orang mana, tak lama aku mendapat nomor hpnya, ya semua itu juga butuh teman untuk mendapatkannya.

Ku coba memberanikan untuk menghubunginya terlebih dahulu (viasms),
"Hai",kataku
"Hmmm"jawabnya
Ooh tuhan secuek inikah lelaki ini, pikirku dalam hati.
Cukup sampai disitu aku sms dia, keesokan harinya ku coba lewat dari depan kelas Tio.ya, tepatnya kami berada di satu sekolah yang sama, dia adlah adik kelasku, tapi tak salahkan jika aku mencintai adik kelas? Toh cinta kan tak pandang bulu. Jika sudah cinta, ya cinta! Hal buruk dari diapun kalau sudah begini menjadi baik untukku. kulihat dia sedang berdiri di depan kelas.
Kebetulan pikirku, tak ku sia-siakan kesempatan ini, ku coba lirik dia dengan penuh arti. Haha seperti puisi saja. Kulihat senyumnya, dengan style jaket khasnya sampe sekarang yaitu jaket berwarna abu-abu.
"Ooh detak jantungku serasa tak beraturan melihatnya"
Senyumnya.. Postur tubuhnya.. Ooh. Ah sudah lah.
Ku lewati dia dan aku segera kekantin untuk membeli makanan favoritku.

Waktu kewaktu pun berlalu, aku dan tio pun mulai lancar berkomunikasi, sampai-sampai kami pun menjalin hubungan spesial tanpa ada kata "ditembak" atau dia menyatakan cintanya kepadaku.
"Hhhmmmm, tak apa lah " pikirku.
Dia sangat perhatian, pagi siang malam selalu ada kabar, pulang sekolah aku hampir setiap hari diantarnya pulang, ada sedikit rasa bangga memilikinya, karna dia lelaki yang cukup populer di sekolah kami. Hampir setiap hari aku berkomunikasi dengannya, sampai suatu saat aku merasa bosan, jenuh, entah setan apa yang merasukiku.
Terfikirku untuk menjauh darinya. Setelah aku mencari berbagai macam alasan, akhirnya hubungan kami pun renggang.
Ya walaupun dia masih dan terus menghubungiku, memohon untuk kembali kepangkuanku.
"Aku rasa cukup, cukup dengan sifat dia yang tidak ada tegasnya menghadapiku" pikirku dalam hati. Hari ke hari, aku dengar-dengar Tio sudah mendapatkan kekasih yang baru, ya walaupun hasil comblangan saudaranya sendiri.
Saat itu lah aku tidak bisa menerima kenyataan itu.
"Sungguh bodoh aku , kenapa kulepaskan dia begitu saja, kurang apa dia" itu lh kata-kata yang ku sesalkan hampir setiap malam.
aku mencoba untuk kembali kepelukannya, dan akhirnya kami pun sepakat untuk menjalin hubungan diam-diam ( selingkuh) .

Mungkin saat itu aku sangat istimewa dihatinya, aku pun senang bisa kembali kepadanya.
Semua orang juga tau, di simpan seperti apa pun bangkai pasti akan ketahuan.
Mungkin si nina sudah mencium perselingkuhan kami. Ya nina, nama pacar baru Tio.
Akhirnya aku pun melepaskan Tio kepelukan nina. Tahun ke tahun, aku tamat dari sekolah itu, aku melanjutkan kuliah ke ibu kota,
Pada saat tahun-tahun pertama aku kuliah, aku sempat berkomunikasi lagi dengan Tio.
"Senangnya" pikirku.
Disitulah kami meluapkan segala pengalaman yang pernah kami lalui, menceritakan masa-masa bahagia kami.
Aku memang kekasih pertamanya, memang sulit dia melupakanku. Dia mengucapkan itu ke padaku dengan sejujurnya. "OMG, masih seistimewa itu aku  dihidupmu" kataku,
"Iyaa bun "jawabnya. Bunda-ayah adalah sebutan sewaktu kami pacaran dulu (agak noraksih).
Hampir menetes air mataku, mendengar lembut suara tio. Hati ini mendesak ingin bertemu dengannya.
"tapi kapan??" Pikir dalam hatiku.
Aku terhambat oleh kekasihku sekarang, yang hampir lima tahun aku menjalin hubungan.
Ya tio adalah selinganku semasa SMA.
Kembali lagi ke pepatah disimpan sedalam apa pun rahasia pasti akan ketahuan juga. Seperti kejadian beberapa tahun silam. Nina mencium apa yg kami lakukan. Kali ini nina tak tinggal diam, dia mencoba menginbox aku ke via Facebook dengan segala macam caci maki dan segala tuduhan dia lontarkan kepadaku, aku heran entah mendapat keberanian dari mana dia, atau mungkin itu hanya sebuah ketikan teman-temannya.
Tak banyak kata yang ku tuliskan dalam balasan tersebut.
"Ngapain aku merebut pacar orang, tapi kalau orangnya mau, lain cerita"
Mungkin dia hanya terpaku melihat balasanku tersebut. Tak ada balasan lagi setelah berhari-hari kutunggu."haha, masih kecil mau menyaingi kakak, dek? Pacar kaupun itu tak bisa melupakanku dek!" Pikirku dalam hati.

Saat kejadian itu aku menghubungi Tio, dan mengajaknya berjumpa tanpa sepengetahuan kekasihku dan nina.
Kami membuat kesepakatan, agar kami tidak lagi mengganggu hubungan satu sama lain. "jodoh tak akan kemana" kata Tio dan hanya kubalas dengan senyum manisku.

Meski resah dalam hati dan pedih dalam jiwa, aku merasa bangga dengan pernah memilikinya, meskipun kini aku tak bersamanya. Tapi dilain sisi kamipun masih bisa meluapkan rasa sayang kami tanpa sepengetahuan pasangan kami sendiri. Karna aku wanita, wanita yang enggan melupakan kisah, terlebih kisah seseorang yang pernah kupuja.

Dengan akhirnya aku tetap pada kekasihku dan tio dengan nina sampai saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar